Charming Blog

"Belajar untuk menjadi lebih baik dari kemarin"

Welcome To Charming Blog. Dont forget to follow me. thanks !!

       Saat aku menatap dia, rasanya hatiku berbunga-bunga, ingin sekali rasanya memilikinya,
“kata itu selalu muncul kalo Tyas berpapasan atau melihat cowok sebelah kelas kita itu” kata Nana
“hmmm... payah Tyas tuh!” jawab Septi sambil menenggok ke arah ku yang sedang terpaku melihat cowok itu.
“tuh lihat ajah udah nggak bisa di ganggu kalo lagi lihat cowok itu” kata Nana
“huss!! Kalian ni berisik amat sih nggak suka kalo lihat aku seneng gini?” tanyaku pada dua sahabatku
“kita sih seneng-seneng ajah, tapi sikap kamu jangan terlalu begitu, sampe ngelihat dia terus!”


       
Tet tet tet tet ... bel sekolah berbunyi waktunya masuk. Kali ini rasanya belajar disekolah mulai nggak konsen padahal ujian sekolah tinggal 1 bulan lagi. Dalam hatiku rasanya nggak bisa lepas dari bayangan cowok sebelah kelasku
“eh kira-kira Asta tuh udah punya cewek belum ya? Tanya ku ke Nana
“ ya mana aku Tyas, tapi kayaknya belum”
“oh ya denger-denger sih si Asta lagi PDKT gitu sama adik kelas kita” saut Septi
“emang kamu tau dari mana Sep?” tanya ku sedikit resah
“ya kemarin aku ihat friendster Asta gitu, eh tau nya banyak komen dari cewek dan setau ku cewek itu adik kelas kita” jelas Septi
Duh pas denger cerita Septi, rasanya hatiku sakit benget mungkin aku terlalu sayang dia, seandainya aku bisa mengungkapkan semua isi hatiku pada Asta, mungkin aku bisa sedikit lega.
        Nggak lama waktu berjalan, teman-teman di sekeliling ku tau bahwa aku suka dengan Asta, dan Asta pun juga sudah tau berita ini dari teman-temannya. Tapi sepertinya Asta sama sekali nggak peduli dengan berita itu, cuek banget.
        Setiap istirahat kita bertiga selalu menyempatkan lewat depan kelas Asta untuk sekedar menemani aku, untuk menatap wajah Asta walau hanya sekejap saja. Bila Asta didepan kelasnya, aku dan dua sahabatku lewat terkadang tiba-tiba dia masuk kelas atau selain itu wajah nya sengaja di tutup buku, serasa orang malu dan aku pun malah jadi salah tinggkah sendiri.
         Karena pacar Nana itu sahabat Asta, di menawarkan ku no handphone Asta,
“eh Tyas kamu minta no handphone Asta nggak?” Tanya Sandi pacar Nana
Karena aku gengsi akhirnya ku tolak saja tawaran Sandi, masak iya cewek dulu yang mulai, ah gengsi pikirku.
“enggak ah San, buat apa lagi!!” saut ku cuwek
“Ah ... yang bener ntar nyesel lagi?” tanya Sandi seolah mengejekku
Aku pun cuek dan berlalu saja,
“ huh sebenernya aku mau banget San, tapikan malu, masak aku dulu yang sms!” kata ku lirih sambil berjalan menuju kelasku
Keesokkan harinya saat dikelas aku bercerita lagi dengan sahabatku, tentang Asta, mereka setia banget dengerin aku cerita, kayaknya pengen bantu aku tapi nggak tau caranya gimana nyampein ke Asta tentang perasaanku ini, aku sendiri juga binggung tersiksa tak memilikinya.padahal aku lihat tingkahnya memang aneh seperti orang salah tinggkah tapi dia nggak pernah sama sekali menyapa aku. Binggung aku dengan sikap dia sebenarnya Asta juga punya perasaan yang sama nggak dengan aku.
         Sampai akhirnya aku minta tolong pacar Nana untuk deketin aku dengan Asta, mungkin awalnya ada harapan besar minta tolong pada Sandi. Salam-salamku selalu aku titipkan Sandi agar di sampaikan pada Asta. Tapi usahaku itu nggak sama sekali membuahkan hasil, nggak ada repon dari Asta.
         Huft ..... sebagai cewek biasa, aku nyerah. Nggak mungkin aku terus mengejar hal yang tak mungkin dan membuatku makin sakit hati.mungkin cintaku hanya bersemi dihati saja.
        Selang waktu lama, hatiku masih belum bisa berpaling dari seorang Asta walau Asta sama sekali tak peduli dengan isi hatiku dan itu yang membuat aku sedih.
“Tyas dengerin aku, kamu nggak usah mikirin Asta lagi, bahkan kalo kamu pikirin terus, bukannya malah nyakitin diri kamu sendiri! Iya kan?” tanya Septi
Dan aku pun acuh tak acuh pada perkataan Septi
“Tyas!!! Dengerin aku” bentak Septi
Dan aku pun terkejut sambil menatap Septi
“kita berdua sayang kamu, kita nggak pengen sahabat kita terpuruk dan larut dalam kesedihan cuma gara-gara seorang Asta”
Ya ampun mereka berdua tuh perhatian banget sama kau, tak seharusnya aku terpuruk begini” dalam hatiku
“Septi ... Nana ... maafin aku nggak seharusnya aku sedih, nggak seharusnya aku terpuruk”jawabku dengan air mata yang seolah ingin jatuh
“ maafin kita jjuga ya Tyas udah bentak-bentak kamu!” sambil saling memeluk
“sekarang kamu janji nggak akan terpuruk lagi!!” kata dua sahabat cantikku
“iya janji ........ deh”
         Mungkin semenjak saat itu aku sedikit bisa melupakan Asta walau sebenarnya susah sekali, tapi karena aku memang niat melupakan Asta dan kita sudah tak pernah berjumpa sejak perpisahan SMA.
        Dan nggak berapa lama aku masuk perguruan tinggi, aku berkenalan dengan seorang cowok bernama Yoga, dia kakak tinggaktku. Sebenarnya tak ada yang sangat menarik pada diri Yoga selain kata-kata manisnya. Makin hari aku bertemu Yoga, rasanya ada ketertarikan, aku binggung apa aku suka dengan Yoga atau cuma sekedar mengagumi sifatnya.
        Pada akhirnya aku dan Yoga jadian juga, walau sebenarnya pada sat itu aku belum timbul rasa sayang, tapi aku kan berusaha untuk mencoba sayang pada Yoga. Aku kabarkan berita ini pada Nana dan Septi, rupanya mereka sangat menantikan momen ini.
        Baru 2 minggu aku dan Yoga jadian, serasa Yoga tuh berubah 180 derajat, dia sudah tak pernah melayangkan kata-kata manisnya pada ku. Aku binggung kenapa Yoga begitu cuek pada ku. Lama kelamaan aku jadi bete pada Yoga
         Aku curhat saja pada sahabatku. Waktu kita lagi ngobrol-ngobrol di kantin, eh tiba-tiba aku melihat cowok yang sepertinya aku kenal banget dengan nya.
“Eh coba kalian lihat cowok di meja pojok itu!” kataku
Lalu Nana dan septi menggok, dan sejenak mereka terdiam tiba-tiba
“hah Asta????” teriak mereka bersamaan
Jantungku serasa berdebar kencang, tak banyak yang kuucapkan disaat itu, karena sangat tak percaya hari ini kau bisa melihat Asta dan ternyata selama ini kita satu kampus. Hati ku berbunga-bungga saat menatap wajah nya rasanya aku ingin memiliki Asta seperti imipianku saat SMA dulu
         Oh Tuhan selama ini ternyata aku masih sayang Asta dan masih banyak berharap pada Asta, jujur sebenarnya aku tak sayang pada Yoga, aku menerimanya karena aku ingin belajar melupakan Asta nyatanya sekarang hatiku masih berpihak pada Asta. Tapi di sisi lain aku juga tak rela bila harus melihat Yoga bersanding pada wanita lain. Maafkan aku Yoga...
                                 “Yoga aku cinta kamu, Asta aku sayang kamu”


1 pesan n' kesan:

manarik ceritanya.....

Poskan Komentar

please coment here ...