Haduh sudah lama tak mengupdate dirimu blog...saya punya tips buat Anda anda yang sulit berkata “ Maaf”
Sejak kecil kita diajari arti kata sakti seperti, terimakasih, tolong atau please dan maaf. Tapiii kata terakir terasa sulit diucapkan, terutama saat diperlukan. Jika kata maaf merupakan komoditi yang bisa dipasarkan, hehehe bisa jadi kita menemukan di rak toko obat dengan label percakapan untuk mempermudah interaksi dengan orang lain : “ maaf, sekarang jam brapa ?” dan sebagainya.
Hmm ada beberapa cara untuk mengutaran kata maaf dengan baik, yaitu:
Jangan menaikkan intonasi suara.
Dengan menggunakan intonasi yang kecil dan rendah menunjukkan kesungguhan anda dalam meminta maaf.
Hindari ekspresi merendah
Kalo anda mengutaran ekspresi ini, Anda justru akan semakin kena marah.
Jangan terlalu defensif
Karena ini membuat lawan bicara merasa terancam.
Sampaikan dengan tulus. Permintaan maaf yang dibuat-buat hanya menambah kemarahan. Jika sulit mengakui seluruh kejadian, mintalah maaf atas bagian tertentu yang memang Anda sesali. Dengan melakukan hal ini, Anda mengubah reaksi yang timbul dari lawan bicara. Lalu tambahkan informasi baruyang membantu mereka mangevaluasi kembali tindakan Anda.
Disatu sisi mengatakan maaf terus menerus juga salah. Ini menunjukkan rendahnya rasa percaya diri. Akibat yang ditimbulkan sama buruknya dengan ketidakmampuan menyampaikan maaf.
Jadi sadari dulu apa yang kita katakan. Bila tak ada hubungan dengan kesalahan yang kita lakukan, jangan dikatakan. Sadarilah bahwa menyampaikan maaf tanpa alasan adalah kebiasaan buruk. Dengan menyadari ini Anda akan terbantu untuk menahan diri dalam mengucapkannya
Empat cara meminta maaf:
1. Sadari kesalahan
Rela mengakui kesalahn dan mau bertanggung jawab. Mulailah dengan ucapan tulus dan langsung pada permasalahn. Ini membuat orang merasa terluka dan memaafkan.
2. Beri penjelasan
setelah mengakui, beri penjelasan pada orang yang telah Anda sakiti.
Yakinkan anda tidak bermaksud buruk. Langsung minta maaf dan menunjukan keseriusan anda
3. tawarkan perbaikan
Agar lebih sempurna, tawarkan mengganti kerugian yang terjadi walau hanya sebagai simbol.
Bisa juga dengan mengirim pesan atau hadiah kecil
4. Waktu yang tepat
untuk masalah besar, hadapi orangnya, tatap matanya (wehhh... hehehe) dan beri alasan yang diperlukan. temui dan jelaskan perkaranya beberapa hari kemudian, saat itu pasti kemarahannya sudah berkurang
kesimpulannya, kemampuan melihat kesalahan adalah kesempatan kita untuk maju dan kata maaf bukan sesuatu yang sulitdiucapka jikaaaa kita mampu menerapkan hal yang telah dipaparkan tadi.
Semoga berhasil









0 pesan n' kesan:
Poskan Komentar
please coment here ...
Poskan Komentar
please coment here ...